Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara: Insiden di Selandia Baru Pembantaian Keji

Sabtu, 10 Rajab 1440 H / 16 Maret 2019 16:59 wib

1.113 views

JAKARTA (voa-islam.com) - Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara turut mengecam insiden pembantaian terhadap umat Islam yang dilakukan oleh teroris radikal di Masjid An Noir dan Linwood, Christchurch yang ada di Selandia Baru.

Dalam rilisnya yang dibagikan ke awak wartawan dan ditandatangani oleh ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, Dr Muhammad Zaitun Rasmin,Lc.M.A, menyatakan bahwa pihaknya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban pada peristiwa penembakan tersebt, seraya mendoakan semoga mereka dicatat sebagai para syuhada sedangkan yang terluka semoga segera dipulihkan oleh Allah demikian pula untuk seluruh keluarganya diberi ketabahan juga diberi pengganti yang terbaik dad sisi Allah SWT.

Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyebut bahwa insiden penembakan tersebut hakikatnya adalah teror dan pembantaian yang sangat keji, yang tidak dilakukan kecuali dengan sengaja dan terencana, karena terbukti bahwa pelaku mempersiapkan sedemikian rupa bahkan menyiarkannya sendiri secara langsung (live) lewat sosial media.

"Tindakan biadab tersebut dengan terang benderang membuktikan adanya potensi dan peluang penyerangan terhadap komunitas muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya di negara-negara yang katanya menganut paham demokrasi, kebebasan, dan menghormati hak-hak asasi manusia," ujar Dr Yusron yang membacakan pernyataan sikap Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara pada Sabtu siang (16/3/2019) di Masjid Abu Bakar Asshidiq, Otista, Jakarta Timur.

Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara juga mendesak pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi warga muslim di negaranya dan menyerukan seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.

Lebih lanjut, Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyerukan seluruh umat Muslim di Selandia Baru dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban agama rahmatan lil 'alamin.

Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menghimbau agar seluruh muslim di dunia menyampaikan empati dan sikap salidaritasnya dengan cara-cara yang mulia, damai, dan simpatik, dengan tanpa mendeskreditkan ras, suku, agama, maupun kelompok yang lain.

Insiden yang terjadi di kota ChristChurch Selandia Baru, menjadi warning bagi seluruh ummat Islam di seluruh dunia menggalakkan kewaspadaan agar kasus yang sama tidak terjadi di belahan dunia lain yang nyata-nyata bertalak belakang dengan kebebasan, kemerdekaan beragama dan hak asasi manusia.

Selain itu, Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara juga mendesak pemerintah RI baik di Indonesia maupun melalui kedubes RI di Selandia Baru untuk mengambil langkah-langkah diplomatic strategic guna melakukan proses pemulihan sesegera mungkin agar situasi traumatik yang dirasakan warga negara Indonesia di Selandia Baru khususnya dan warga Muslim yang lainnya segera terpulihkan.[fq/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!



Sumber: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2019/03/16/62612/ikatan-ulama-dan-dai-asia-tenggara-insiden-di-selandia-baru-pembantaian-keji/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara: Insiden di Selandia Baru Pembantaian Keji"

Post a Comment

Tulislah komentar dengan menggunakan kata yang baik dan bijak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel