Ada Isu Mau Diganggu, Umat Islam Dan Warga Jaga Markas FPI Brebes

Jum'at, 15 Maret 2019

Faktakini.com, Brebes - Masya Allah, sungguh luar biasa umat Islam dan warga masyarakat di Desa Terlangu, Brebes, Jawa Tengah.

Begitu muncul isu acara Tabligh Akbar dan Milad ke-1 Brebes ditolak oleh Banser, warga masyarakat setempat pun langsung berkumpul dan menjaga markas FPI Brebes, hari ini Jum'at (15/3/2019).

Sebelumnya beredar luas pemberitaan bahwa Banser telah memanggil dan mengumpulkan para anggotanya untuk menolak acara FPI di Brebes.

Broadcast instruksi PC GP Ansor Kabupaten Brebes pun telah tersebar luas di Medsos, yang isiya meminta agar para anggota Banser di Kecamatan Brebes, Bulakamba, Wanasari, Jatibarang, Songgom, Larangan, Ketanggungan, Tanjung, Losari, Kersana, dan Banjarharjo untuk mengirimkan angggota sebanyak-banyaknya di PCNU Brebes pada hari Jum'at, 15 Maret 2019 pukul 13.00 WIB untuk berkumpul dan melakukan aksi menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) di Brebes.

Ratusan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) itu akan menggelar aksi menolak acara Milad FPI itu berupa konvoi pada hari Jum'at (15/3) besok.

Satkorcab Banser Brebes HM Ikhwan HMS mengatakan, aksi konvoi akan dilakukan dengan dari kantor PC NU ke Kantor DPW FPI Brebes di Desa Terlangu Kecamatan Brebes.

“Sekitar tiga ratus anggota banser perwakilan dari masing-masing satkoryon yang ada. Jumat (15/3) besok akan mengikuti giat aksi damai tersebut. Kita konvoi turun ke jalan menuju kantor DPW FPI Brebes,” ucap Hm Ikhwan HMS, Kamis 14 Maret 2019.

Mereka beralasan FPI belum memiliki izin resmi di Brebes. “Di Brebes, ormas (FPI) itu belum ada izinnya di Kesbangpolimas,” demikian alibinya untuk menolak.

Padahal FPI adalah Ormas yang legal dan syah keberadaannya di Republik Indonesia dan memiliki surat keterangan terdaftar (SKT) di Kemendagri.

Menurut dia, aksi ini juga terkait rencana perayaan milad FPI di Brebes sebagai tempat kegiatannya pada hari Senin (18/3) mendatang.

Bak penguasa dan pemilik tunggal kota Brebes, ia menegaskan Banser menolak jika kegiatan itu diembel-embeli lambang ataupun simbol ormas FPI.

“Sebenarnya silakan kalau mau ada kegiatan. Tapi jangan lah pakai lambang ataupun logo FPI,” tegasnya bak seorang Sultan saja di Brebes.

Rencananya, aksi penolakan ini akan menurunkan perwakilan peserta untuk menyampaikan orasi di depan kantor DPW FPI di Brebes. “Besok kita juga ada pembacaan surat pernyataan sikap Satkorcab Banser Brebes,” pungkasnya.

Dikabarkan Laskar FPI se-Jawa Tengah saat ini tetap mengadakan konsolidasi dan persiapan seperti untuk mensukeskan acara di Brebes.

Foto: Warga masyarakat Desa Terlangu, Kecamatan Brebes menjaga markas FPI Brebes di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes Jawa Tengah, Jum'at (15/3/2019)

Sumber: Panturapost.com

Sumber: https://www.faktakini.com/2019/03/ada-isu-mau-diganggu-umat-islam-dan.html

0 Response to "Ada Isu Mau Diganggu, Umat Islam Dan Warga Jaga Markas FPI Brebes"

Post a Comment

Tulislah komentar dengan menggunakan kata yang baik dan bijak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel