Salami Jutaan Warga Yang Histeris, Tangan Prabowo Luka Dan Diminta Dokter Pakai Sarung Tangan Untuk Sementara

Kamis, 14 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir, Capres pilihan Ijtima' Ulama Prabowo Subianto bersalaman dengan jutaan masyarakat khususnya emak-emak, seperti di Riau, Jambi, Bengkulu dan lainnya

Dan akibat para warga khususnya emak-emak yang histeris terlalu bersemangat saat bersalaman saking tingginya harapan mereka untuk memiliki presiden baru, tangan Prabowo pun akhirnya menderita luka.

Untuk itu dokter memerintahkan Prabowo untuk memakai sarung tangan untuk sementara waktu, sekali lagi untuk sementara waktu, sampai lukanya sembuh dan bisa bersalaman tanpa menggunakan sarung tangan lagi.

Namun seperti biasa, kaum haters pun menebar fitnah macam-macam bahwa "Prabowo jijik bersalaman dengan rakyat", dan lain-lain.

Ya sudah, ocehan hampa mereka kita anggap jerawat Iwan Bopeng saja yang pecah, kita ora urus mereka mau ngomong apa yang pasti insya Allah Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden baru.

Berikut pernyataan Naniek D Deyang tentang kenapa Prabowo kini menggunakan sarung tangan.

"FItnah lagi...Empat hari Pak Prabowo harus nyalami ratusan ribu bahkan jutaan masyarakat, terutama Emak -Emak yg sering mencakar  atau menarik, membuat tangan Pak Prabowo luka -luka. Nah karena harus terus bertemu rakyat,agar lukanya tdk makin  parah, maka dokter menyarankan Pak Prabowo memakai sarung tangan sampai lukanya sembuh. Apa yg terjadi? Fitnah lagi, katanya Prabowo jijik menyalami rakyat ..Note,
Lihat Pak Prabowo kalau lagi disalami massa bukan salaman biasa, tapi sampai ditarik-tarik..", ujar wartawati senior itu.

Sumber: https://www.faktakini.com/2019/03/salami-jutaan-warga-yang-histeris.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Salami Jutaan Warga Yang Histeris, Tangan Prabowo Luka Dan Diminta Dokter Pakai Sarung Tangan Untuk Sementara"

Post a Comment

Tulislah komentar dengan menggunakan kata yang baik dan bijak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel