Tekad Sandiaga Uno Si Anak Mami

Eramuslim – Cawapres Sandiaga Uno mendapat stigma ‘anak mami’ setelah ibunya, Mien Uno, menantang pihak pengembus isu ‘Sandiwara Uno’ minta maaf. Alih-alih menampik stigma itu, Sandiaga justru mengakui bilamana dirinya anak mami.

“Saya urat bapernya udah putus. Nggak ada saya, Nggak baper. Kalau dikatain anak mami, memang anak mami. Masa anak tetangga, anak tante, kan nggak,” ujar Sandiaga, di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Menurut Sandiaga, biar bagaimanapun seorang ibu pastilah membela anaknya. Bagi dia tak ada batasan jika seorang ibu kemudian turut masuk dalam politik keluarganya.

Foto: Sandiaga cium tangan ibunda Mien Uno (dok. Instagram Sandiaga)

“Kenapa ibu-ibu nggak boleh dibawa ke politik. Ibu harus jadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses politik. Dan ibu-ibu kita ini ya ada yang terekspos seperti ibu Mien seperti itu. tapi banyak jutaan, mungkin puluhan juta ibu-ibu lain yang juga menyuarakan hal yang sama kalau anaknya mendapatkan ketidakadilan. Mungkin tidak disuarakan di media, tapi kebetulan saja ada seorang ibu,” tutur Sandiaga.

Dia menyatakan masuk ke dunia politik semata atas restu ibunya dan berharap diridhoi. Tak hanya itu, dia juga punya tekad lebih besar untuk kaum ibu pada umumnya.

“Saya berjuang untuk ibu-ibu di seluruh Indonesia. Saya ingin mereka bahagia gitu. Tapi kalau mereka tercoreng hatinya karena dituduh, karena dianggap rekayasa sakit hatinya ini yang saya khawatirkan kita nggak bisa mendapatkan ridho kalau ibu-ibu kita tidak kita hargai,” kata Sandiaga.

Selama ini Sandiaga memang kerap berkampanye sambil membawa isu terkait ‘emak-emak’. Dia juga sering berkampanye di pasar dan berdialog dengan kaum ibu.



Sumber: https://www.eramuslim.com/berita/nasional/tekad-sandiaga-uno-si-anak-mami.htm

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tekad Sandiaga Uno Si Anak Mami"

Posting Komentar

Tulislah komentar dengan menggunakan kata yang baik dan bijak. Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel